Beranda

Selasa, 20 September 2011

Eh, Seks Ternyata Bermanfaat lo. Baca dech



"Hubungan seksual selama satu setengah jam bisa membakar sekitar 100-200 kalori"

Tahukan Anda, bahwa hubungan seksual ternyata memang punya efek luar biasa bagi kesehatan? Semoga tahu. Dr. Carole Liberman seorang ahli kesehatan dalam sebuah situs berita onlie menjelaskan keuntungan seks bagi kesehatan. Tentu maksud disini adalah seks yang dilakukan dengan sah secara hukum agama dan negara lo.. heheheheh...

1. Seks sama dengan olahraga. Hubungan seksual selama satu setengah jam bisa membakar sekitar 100-200 kalori. Ini tentunya juga cara yang menyenangkan dibanding sekadar jogging, berlatih di treadmill atau angkat beban. == Gimana pilih treadmil atau berbhubungan seks?


2. Seks membuat awet muda. Dr. David Weeks dari Royal Edinburgh Hospital meneliti 3.500 orang untuk melihat apa saja yang membuat orang awet muda. Ia menemukan pasangan yang rukun dengan kehidupan seksual yang cukup aktif terlihat lebih muda.



3. Seks bagus untuk kesehatan jantung. Berdasarkan berbagai penelitian kegiatan seksual sangat bagus untuk menurunkan tekanan darah. Bahkan untuk kelompok pria, hubungan seks dua kali dalam seminggu bisa menurunkan risiko serangan jantung dua kali lipat. Secara keseluruhan, hubungan seks menurunkan risiko stres yang merupakan salah satu penyebab sakit jantung.



4. Seks memacu daya tahan tubuh. Berbagai penelitian mengindikasikan berhubungan seksual sekali atau dua kali seminggu akan meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Ini berhubungan dengan meningkatnya kadar immunoglbulin A yang sangat menolong untuk mengusir pilek, demam dan berbagai penyakit lain.



5. Seks bisa mengusir sakit kepala. Saat hubungan seks berlangsung, kadar hormon oxitocin dalam tubuh yang meningkat. "Ini meningkatkan perasaan intim dan keterikatan dengan pasangan. Sekaligus juga meningkatkan hormon endorfin yang sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri," kata Dr. Carole.

6. Seks memperlancar aliran darah yang membawa molekul-,olekul oksigen ke seluruh tubuh. "Inilah yang membuat kulit, kulit kepala, dan bagian-bagian lain tubuh jadi sangat berbahagia," kata Dr. Carole.



7. Seks membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Lagi-lagi oxitocin berperan. Bukan hanya karena oxitocin memicu peningkatan endorfin yang menekan rasa sakit, tapi juga oxitocin membuat tidur lebih nyenyak. "Seks dan perasaan dicintai, mengurangi stres, yang membuat segala kegelisahan pergi dan membuat tidur Anda jadi lebih nyenyak."



Sumber: I SHINE

Senin, 19 September 2011

Filosofi Janur Kuning dalam Kawinan Jawa


Mengikuti ritual pesta pernikahan ala jawa, perlu kesabaran. Lama dan njlimet. Begitu kurang lebih komentar seorang teman asal Jakarta kepada saya.

Selain waktu, peerlengkapan juga tak bisa dibilang sederhana. Banyak ubo rampe yang harus dipersiapkan. Termasuk ubo rampe disini adalab hiasan di pelaminan dan pekarangan. Satu yang paling populer adalah janur kuning. Semua kita tahu kalau janur kuning sudah melengkung, artimnya ada pesta perkawinan.

Tapi sedikit yang tau, apa makna dari janur kuning itu? Nah kebetulan lebaran kemarin ngobrol sama seorang Ustadzz yang kebetulan ahli soal kejawen ini.

Menurut dia leluhur jawa memberi nasihat pada anak turunya dengan simbol-simbol agar selalu diingat. Salah satunya yang terkandung dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Ada nilai-nilai positip ilahiyah di dalamnya. Semua itu banyak dikemas secara simbolis dan perlambang. Hal ini tak lepas dari kebiasaan orang Jawa yang tak memberi nasihat secara vulgar. Lebih sering digunakan pasemon (metafora, perlambang, simbolik dan sebagainya).

Maka mari kita bedah maknanya satu persatu:

Makna simbolis yang terkandung dalam janur kuning melengkung di pintu gerbang. Kata Janur berasal dari kiratha basa Jawa (Othak-athik mathuk), sejane neng nur (arahnya menggapai nur=cahaya Ilahi). Sedang kata kuning bermakna sabda dadi, semua perkataan bakal terwujud (kun fayaku-Nya Allah SWT) yang dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening.

Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan cita-cita mulia dan tinggi untuk menggapai cahaya Ilahi dengan dibarengi hati yang bening. Nampak betapa tingginya filosofi janur kuning dalam prosesi pernikahan.

Ada lagi satu prosesi yang saya yakin pengantin pun belum tentu tahu maknanya. Yakni saat pengantin laki akan dipertemukan dengan mempelai pengantin perempuan. Sebelumnya masing-masing mempelai telah dibekali dengan daun sirih (suruh) yang telah digulung untuk kemudian dilemparkan pada pasangannya masing-masing. Daun sirih ini memiliki simbol selaras, serasi dan seimbang.

Pada saat tersebut sang pranatacara ”Godhong suruh lumah lan kurebe, yen ginigit pada rasane”. Sebenarnya hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang berumahtangga diibaratkan sebagai daun sirih. Dalam bahtera rumah tangga hendaknya pasangan mempelai selalu seiya-sekata serta mengerjakan kewajibannya masing-masing.

Makna simbolis Tebu, Cengkir dan Pisang raja
Kalau kita mengamati di sebelah kiri-kanan ”gapura janur kuning”, terlihat pula tebu, cengkir dan pisang raja yang diikat pada dua tiang di depan ruang pertemua resepsi. Itu semua adalah simbolisasi nasehat yang diberikan para pujangga Jawa agar mempelai mempersiapkan masa depan kehidupannya secara sungguh-sungguh.

Pertama, Tebu. Tebu bisa kita artikan sebagai mantebing kalbu (mantapnya hati atau kalbu). Tanaman tebu yang rasanya manis dan menyegarkan memang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dalam acara tradisi Jawa lainnya. Hal ini bisa kita lihat pada acara mitoni (selamatan untuk anak yang berusia 7 bulan). Si anak lalu dipandu untuk menaiki anak tangga.

Kedua, cengkir (buah kelapa yang masih muda). Maknanya adalah kencenging pikir. Dengan berbekal cengkir, sang mempelai diharapkan mampu melewati ujian kritis dalam mempertahankan pernikannya. Sehingga ”kaya mimi lan mituna” yang selalu bersama dalam menghadapi suka dan duka.

Ketiga, pisang raja, maknanya sangat jelas sebagai simbol dari raja. Artinya pernikahan manusia adalah salah satu tahap yang paling penting dari tiga proses perjalanan; kelahiran, perkawinan dan kematian. Diibaratkan dalam resepsi itu, pengantin adalah raja sehari yang disimbolisasikan dengan pisang raja yang ditempatkanm di depan rumah. Mempelai pun didudukkan di singgasana rinengga dengan mengenakan pakaiana ala raja dan permaisuri yang penuh aura kewibawaan.

Selamat pagi kawan


--Erwindar--

Sensus Pajak, Semoga Tak Lahir Gayus Gayus Junior



"pak -- pak pajak apa lagi ini apa pemerintah kurang makan pajak meliyaran rupiah saya blm pernah sribu rupiah menikmati yg namanya dana pajak, kami kadang beli speda motor krn terpaksa untuk kebutuhan kadang malah dapat ngutang,pakjak tetap hrs bayar dg paksa.. setelah bayar pajak cuman untuk di korupsi sampai beliyaran bahkan triliyunana.. apa apa ini muga jadi kampret 7 turunan yg kropsi uang rakyat,,, gayus dan teman2nya 7 turunan dpt laknat."

Kalimat itu merupakan sebuah komentar dari pengunjung situs berita online yang menampilkan kabar bakal adanya Sensus Pajak. Pekan depan atau akhir bulan ini Direktorat Jenderal Pajak akan melakukan Sensus Pajak Nasional. Program ini dilakukan untuk menggenjot penerimaan pajak negara.

Sensus dilakukan karena disinyalir ada jutaan warga tidak tercatat sebagai wajib pajak. Misalnya, pajak pendapatan. Fulan misalnya sebagai pegawai di instansi swasta bergaji Rp 5 juta dikenakal pajak. Sementara Rohman pedagang Bakso dengan omset ratusan juta sebulan, tak dikenakan pajak. Ini yang akan didata dalam sensus tersebut.

Sensus pajak adalah kegiatan pengumpulan data mengenai kewajiban perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak, artinya ekstensifikasi, dengan mendatangi wajib pajak (WP) di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini, petugas akan mendatangi warga satu persatu. Menjelaskan pengisian SPT, sosialisasi pelayan pajak, hingga cara pembayarannya.

Target dari sensus ini tentu menggenjot pendatapan negara dari pajak. Saat ini realisasi penerimaan pajak baru 62 persen dari target yang dicantumkan dalam APBN-P 2011 sebesar Rp. 875,6 triliun. Untuk mengejar target di sisa 3 bulan lebih ini, Direktorat Jenderal Pajak bekerja keras melakukan segala upa untuk mencapai target ini.

Program yang baik tentunya. Hanya saja perlu dipikirkan juga cara supaya tidak terjadi penyelewengan. Agar tidak terjadi kasus Gayus-gayus dalam sensus ini.
Tentunya program semacam ini banyak potensi pelanggaran. Entah dari pegawai pajak, atau wajib pajak. Kongkalikong dalam praktek perpajakan.
Lalu bagaimana agar tidak terjadi penyelewengan?
Sayang, Direktorat Jenderal Pajak belum merumuskan satu teoripun untuk mencegahnya.
Menurut saya, sebelum petugas datang Dirjen Pajak perlu membuat satu iklan layanan, baik di TV atau media massa lainyya tentang Sensus ini.

Misalnya, warga perlu tahu apa saja hak dan kewajibannya ketika petugas pajak datang. termasuk apa yang dilarang, dan kotak pengaduan.

Semoga tak muncul lagi Gayus-gayus Pajak di Indonesia.

Salam
Erwindar

Selamat Datang Monumen Monorel di Jakarta



Mimpi warga Jakarta memiliki alternatif moda transportasi pupus tahun ini. Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk tidak meneruskan proyek Monorel. Padahal proyek ini sudah separuh jalan. Puluhan, bahkan ratusan tiang sudah berdiri. Akankah sekedar jadi Monumen?

Entah apa pertimbangan Gubernur DKI Foke menghentikan proyek ini. Atau moda transportasi apalagi yang ditawarkan Foke untuk mengatasi kemacetan ibukota. Ah entahlah, yang pasti ratusan miliar anggaran negara akan terbuang percuma. Pemda harus membayar ganti rugi kepada manajemen Jakarta Monorel.




Salam
Erwindar



Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan tidak akan melanjutkan pembangunan monore yang terhenti sejak 2004.

"Pemerintah daerah akan segera mengakhiri masa perjanjian kontrak dan melakukan konsesi dengan PT Jakarta Monorel selaku investor dan pengembang mega proyek monorel," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo kepada wartawan, di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan format untuk mengakhiri perjanjian dengan PT Jakarta Monorel kini sedang dirundingkan bersama pengacara Pemprov DKI dan Biro Hukum DKI.

Foke menjelaskan Pemprov DKI telah menerima rekomendasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKB) terkait biaya ganti rugi yang dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp204 miliar.

Angka ganti rugi tersebut lebih rendah dari yang diajukan oleh manajemen PT Jakarta Monorel sebesar Rp600 miliar.

Fauzi mengemukakan pihaknya akan mencari moda transportasi publik lainnya yang memiliki daya tampung angkut lebih banyak .

Proyek Monorel dibagi menjadi dua jalur, jalur hijau dan jalur biru dengan perkiraan angkut 120 ribu jiwa per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan melayani rute Semanggi-Kuningan. Jalur biru sepanjang 12,2 kilometer melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.

Tiang-tiang untuk monorail sudah sempat terbangun kini dibiarkan begitu saja, seperti di kawasan Senayan dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Rabu, 14 September 2011

Twitter is now available in five new languages

Twitter is now available in five new languages: Hindi, Tagalog, Malay and both Traditional and Simplified Chinese.
Wednesday, September 14, 2011

Today, we’re increasing Twitter’s reach by launching in five new languages. Twitter is now available in Simplified and Traditional Chinese, Hindi, Tagalog and Malay. Last week’s announcement of 100 million active users worldwide shows Twitter’s current reach; with these new languages Twitter will now be more easily accessible to almost half a billion people around the world.

Twitter now fully supports 17 languages. Our crowd-sourced translation process relies on a dedicated community of volunteer translators to both translate and moderate twitter.com, support pages, Twitter apps and more. Many thanks to our 290,000 (and counting) volunteer translators.

We will continue to add more languages to the Translation Center for crowdsourced translation. Coming soon to the Translation Center: Swedish, Norwegian, Danish, Finnish, Polish and Hungarian.

Sumber: Blog twitter

Sang Kolonel Menghormat Pada Ponsel

Ini cerita zaman gue sering liputan di Markas Besar Kepolisian RI.
Lepas jam makan siang selalu kemrungsung, bila belum ada satu beritapun yang layak dilaporkan.

Pejabat teras Badan Reserse Kriminal, itulah sebutan wartawan yang sering nongkrong di tangga Bareskrim. Dulu tahun 2007 tak ada press room. di tangga inilah jurnalis lesehan, klekaran sambil menunggu berita.

Apabila sampai adzan Ashar berkumandang tak juga ada berita yang layak diinformasikan ke masyarakat, berduyun-duyunlah para kuli tinta itu ke gedung Hubungan Masyarakat. Letaknya persis di sebrang gedung PLN. Di Humas paling tidak ada pejabat yang bisa ngomong. syukur-syukur bisa ngelead.

Nha, sayangnya, waktu itu, gue lupa tanggal dan harinya yang ada di kantor hanya Kabid Penum. Wes namanya tak singkat Kombes B. Kombes itu kalau jaman Soeharto Kolonel lah.

Adat pejabat Humas selalu membuka pintu ruangnya untuk jurnalis. Termasuk saat itu, gue dan beberapa rekan ngobrol sama sang kolonel di ruangan berukuran 4 x 6 meter itu
Dasarnya sang kolonel memang senang berkelakar, bercanda, jadi tak ada canggung diantara kita.

Kami dari kuli tinta titip beberapa isu untuk dikonfirmasi ke pejabat berwenang di Mabes polri. Si kolonel sigap membantu, dia kontak beberapa pejabat.

Di tengah dia menghubungi si pejabat di Bareskrim, tiba-tiba telepon genggamnya yang lain berbunyi. Dasar jiwa militer, ringtone Hpnya bersuara "Hormat Senjataaaaaaaa GRAKKKK,"..

Tiba-tiba si Kolonel bangkit dari kursinya. Berdiri tegak, posisi siap. "Hormat Jenderal!!!". Posisi tanganya memberi hormat kepada Hpnya yang tengah berbunyi, seperti dia menghormat bendera merah putih.

Baru setelah menghormat, dia mengangkat Hp dan menerima panggilan.

Rupanya yang tengah menelpon adalah sang Jenderal atasannya langsung. Kadiv Humas. Meski si kolonel lebih senior dari sang atasan, nyatanya dia tetap hormat pada sang jenderal meski lewat Hp..

hehehe..
Semoga sang kolonel yang sudah pensiun selalu diberi kesehatan, dilindungi dan mendapat bimbingan dari ALLAH.

Amiin

Selasa, 13 September 2011

Cerita dari Nasi Liwet Solo Baru

Sepekan setelah lebaran, akhirnya aku menyempatkan diri main ke Solo. Pasar Klewer, sentra batik Kauman menjadi tujuan. Sengaja aku pilih sore, karena selama beberapa hari ini cuaca di Solo dan sekitarnya cukup panas.

Konsekuensinya, begitu sampai di Klewer semua toko hampir tutup. Hanya ada beberapa pedagang oleh-oleh yang masih buka. Itupun mereka telah bersiap menggulung dagangan.

Ya sudah yang penting bisa menikmati Solo di sore hari. Kendaraan aku parkir di Masjid Agung Solo. Bersama Najma dan Bundanya aku sengaha naik becak keliling Slamet Riyadi. Tujuan terakhir kami Sentra Batik Kauman. Tak lama disitu...wes...wes..., tiga empat toko kami masukin, puluhan blenjaan sudah ditenteng. Kami pun pindah tujuan.

Kali ini ke Notosuman, ke salah satu toko oleh-oleh kas Solo. Srundeng, abon, belut goreng, paru goreng, jenang item, kacang mede masuk ke kantong blanjaan.

Habis Maghrib kami memutuskan untuk balik. Melewati Solobaru, Najma melihat ada baliho pentas Lumba-lumba. Dia ngajak mampir. Oke lah kalau begitu. sayang anak, sayang anak..

Lumayan lama juga pertunjukan lumba-lumba ini sekitar 2 jam dimulai dari jam 7. Padahal kami belum santap malam. Maka selepas pertunjukan kami cari nasi liwet lesehan di sekitar lokasi. kebetulan banyak pedagang nasi liwet yang buka disitu.

Nah, selain mencari oleh-oleh dan menikmati Solo salah satu tujuan adalah silaturohmi dengan teman lama. teman SMP yang sudah lama tidak ketemu. Teman ini adalah perempuan dan kami sudah sama-sama berkeluarga.

Entah wangsit apa yang membisiki saya. Tiba-tiba kepikiran harus mengajak anak istri saat harus bertemu kawan lama yang lawan jenis. Minimal untuk menjaga keutuhan rumah tangga masing-masing. (ah...ah..lebay amat sih. hehhehe).

Nah..nah akhirnya kami bertemu secara singkat di Warung Nasi Liwet lesehan. Singkat karena hanya 5 menit. Najma, Bunda saling kenalan dengan dia dan keluarganya. Di akhir pertemuan tanpa setahu saya, dia membayar semua makananku.

Aku tahu saat akan membayar ke Ibu pedagang.

"Lha saya gak bisa menolak mas. nanti dikira sombong," kata Ibu itu.

"Nggih Bu, mboten nopo-nopo," jawabku.

"Nha dulu, mas ada, ya kayak sampeyan ini. Ada laki-laki dan perempuan makan di sini. duduk di pojok sana. kemudian datang seorang perempuan, makan di sini yang sampeyan duduki. setelah selesai si perempuan ini membayari dua pasangan di pojok sana yang ternyata teman dia.
pas mau bayar, ketauan sama si cewek. Marahlah si cewek itu, nuduh cowoknya macam-macam lah, punya slingkuhan lah," cerita sang Ibu kenes.

"Lha apa si cowok nggak ngenalin temannya itu ke cewek dia,"
"Tidak. itu salahnya.. coba dia terus terang, ngenalin. pasti gak sampai berantem ya,".

"Iya Bu,".

".hahahahaha," kami tertawa.



xixixixi