Beranda

Senin, 28 November 2011

Malam Satu Suro dan Kiai Slamet




Malam 1 Suro, atau tahun baru Islam di Solo selalu identik dengan Kebo bule Kiai Slamet. Setiap malam pergantian tahun baru Islam, hewan itu diarak keliling kota.
Masyarakat sangat antusias mengikuti kirab Kiai Slamet. Bagaimana sebenarnya sejarah Kiai Slamet. Tadi malam, akun tweet @tentang Solo menjelentrehkan kisahnya. Saya coba rangkum dalam tulisan ini:
Keberadaan kebo Kiai msh menjadi bagian penting dr pelaksanaan upacara malam 1 sura menyambut tahun baru hijriyah
Kebo bule adalah salah satu dari sekian byk pusaka yg dimiliki kraton kasunanan surakarta.
Bahkan nenek moyang kebo bule ini sudah dipelihara sejak kerajaan kasunanan msh di kartasura, blm pindah ke Sala.
Dalam kitab babad solo disebutkan bahwa nenek moyang kebo bule ini adl binatang kesayangan sri susuhunan paku buwana II.
Menurut cerita Kebo bule ini hadiah dari bupati ponorogo kpd susuhunan paku buwana II brsamaan dg pusaka utama yg bernama Kiai Slamet
Disertakan kebo bule pd awalnya adlh sebagai pengawal atau cucuk lampah pusaka utama Kiai Slamet tersebut.
Maka pd akhirnya kebo bule ini pun dinamakan seperti pusaka yg dikawalnya yaitu Kiai Slamet.
Ketika sunan PB II ingin membangun istana pengganti kartasura, beliau pun mempercayakan kebo Kiai Slamet ini utk mencari tempatnya.
Hingga kini masyarakat meyakini Kebo Kiai Slamet membawa berkah. Banyak yg berbondong-bondong menyaksikan hewan ini diarak keliling kota. Bahkan kotorannya pun dipdrebutkan krn diyakini bisa jadi obat.
Salam


–Erwindar–

Tidak ada komentar:

Posting Komentar